Beranda | Artikel
Kesyirikan Bertentangan dengan Akal Sehat
21 jam lalu

Kesyirikan Bertentangan dengan Akal Sehat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Burhan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 8 Jumadil Awal 1448 H / 19 Oktober 2026 M.

Kajian Tentang Kesyirikan Bertentangan dengan Akal Sehat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا ‎﴿١﴾‏ الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا ‎﴿٢﴾

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukuran-Nya dengan serapi-rapinya.” (QS. Al-Furqan [25]: 1-3)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, serta menciptakan dan mentakdirkan segala sesuatu. Sifat-sifat keesaan dan kekuasaan mutlak ini menunjukkan bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berhak untuk diibadahi. Allah menciptakan alam semesta, langit, bumi, bintang, tumbuhan, hewan, gunung, dan lautan. Dialah satu-satunya Dzat yang mampu menciptakan dan kelak menyiapkan surga bagi orang yang taat serta neraka bagi orang yang ingkar.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاتَّخَذُوا مِن دُونِهِ آلِهَةً لَّا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا ‎﴿٣﴾

“Dan mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tidak menciptakan sesuatu pun, sedang mereka sendiri diciptakan dan tidak memiliki kemudaratan untuk diri mereka sendiri dan tidak (pula) kemanfaatan dan tidak memiliki kematian, kehidupan, dan tidak (pula) kebangkitan.” (QS. Al-Furqan [25]: 3)

Ayat tersebut menegaskan bahwa sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mampu menciptakan apa pun, tidak memiliki kemudaratan, kemanfaatan, kematian, kehidupan, maupun kebangkitan. Seluruh kekuasaan mutlak tersebut adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

…ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ ‎﴿١٣﴾‏ إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ ‎﴿١٤﴾

“Demikianlah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan berhala-berhala yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak memiliki apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan sekiranya mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu seperti yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.” (QS. Fatir [35]: 13-14)

Keterangan tersebut menyadarkan bahwa sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mampu memberikan manfaat, mudharat, mendengar, maupun melihat. Sifat-sifat lemah tersebut menjadikan sesembahan selain Allah tidak pantas untuk diibadahi. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki kerajaan langit dan bumi, menciptakan segala sesuatu, serta berhak sepenuhnya untuk diibadahi, seperti pelaksanaan shalat, ruku, dan sujud sebagai bentuk ketundukan serta pengagungan yang mutlak.

Alasan Orang yang Menyembah Selain Allah Tidak Berakal

Alasan berikutnya mengapa orang yang menyembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menggunakan akalnya adalah karena Allah semata merupakan Ilah (sesembahan) yang haq dan satu-satunya yang berhak untuk diibadahi. Kalimat tauhid menegaskan prinsip tersebut:

لا إله إلا الله

“Tiada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan seluruh makhluk, Raja dari segala kerajaan, yang memberikan manfaat dan mudharat, serta yang mendengar doa setiap hamba yang memohon kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kaya dan senantiasa memberikan karunia kepada siapa saja yang meminta tanpa mengurangi sedikit pun kerajaan-Nya. Sekiranya seluruh makhluk dari golongan manusia dan jin berkumpul di suatu tempat yang sangat luas, dari generasi yang terdahulu hingga yang paling akhir, lalu masing-masing memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dia pasti sanggup memenuhi seluruh permintaan tersebut tanpa mengurangi kekuasaan-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ ‎﴿٦٢﴾

“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Hajj [22]: 62)

Argumen Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam tentang Tuhan yang Hak

Setelah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam menjelaskan kepada kaumnya bahwa berhala-berhala yang mereka sembah tidak dapat mendengar, tidak memberikan manfaat, serta tidak pula memberikan mudharat, beliau mulai memperkenalkan mereka kepada Allah, satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi. Argumen tersebut diabadikan di dalam Al-Qur’an:

قَالَ أَفَرَأَيْتُم مَّا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ ‎﴿٧٥﴾‏ أَنتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ ‎﴿٧٦﴾‏ فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ ‎﴿٧٧﴾‏ الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ ‎﴿٧٨﴾

“Ibrahim berkata: ‘Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu? Karena sesungguhnya berhala-berhala itu adalah musuhku, kecuali Rabb Semesta Alam, (yaitu) Dia yang telah menciptakanku, dan Dialah yang menunjuki aku. dan Rabbku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.`” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 75-82)

Ayat tersebut menegaskan landasan tauhid bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya Dzat yang menciptakan manusia dan memberikan petunjuk hidayah, sehingga Dia semata yang berhak mendapatkan ibadah.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Kesyirikan Bertentangan dengan Akal Sehat” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56643-kesyirikan-bertentangan-dengan-akal-sehat/